IKHLAS VERSUS PAMRIH

Salah satu Ahlak tertinggi dalam agama islam adalah ikhlas, lawannya pamrih. Kenapa islam mengajarkan keihlasan karena allah menghendaki umat islam menjalani agamanya berdasarkan lillahi taala, karena allah semata

Bersyahadat, sholat, puasa, zakat karena laah dan haji pun karena Allah. Demikian pula ketika menolong orang, menuntut ilmu, bekerja, menjadi pejabat dan apapun aktivitasnya, semua dijadikan sebagai proses belajar ihlas dalam mengagungkan Allah semata.

  1. Orang yang ikhlas meniatkan sholatnya karena Allah semata. Sedangkan orang yang pamrih, meniatkan sholatnya untuk mengejar pahala 1x, 27x, 1000x dan 100.000x. ada juga yang melakukan sholat dhuha karena ingin memperbanyak rejeki atau sholat tahajjud agar punya karomah dsb
  2. Orang yang ikhlas, menjalankan puasanya karena taat kepada Allah semata. Karena dengan puasa itu ia akan menjadi jiwa yang lebih suci, sehingga lebih mudah mendekatkan diri kepada nya. Sedangkan pamrih melakukan puasa karena tujuan tujuan lain, agar lulus ujian, agar dapat jodoh, agar langsing, agar sehat.padahal semuanya hanya dampak. Kalo semuanya karena allah puasa kita akan berdampak positif akan datang dengan sendirinya.
  3. Sedekah karena ingin menolong orang lain, meniru sifat Allah yang Maha Pemurah. Orang yang pamrih bersedekah karena ingin dipuji, untuk memunculkan rasa bangga atau berharap balasan pahala sampai 700 kali dari nominal yang dikeluarakan, seperti berdagang dengan allah.
  4. Orang yang ihlas berhaji karena ingin memperoleh pelajaran berkorban, sabar, ihlas dan taat. Sedang yang pamrih ingin berwisata meskipun ada embel embel ruhani.bahkan saat haji banyak yang meniatkan haji sekedar  pada titel” haji” atau penampilan berkopiah haji.
  5. Orang ihlas mengorientasikan seluruh ibadahnya untuk mencintai Allah. Dan merendahkan ego serendah-rendahnya sebagai manifestasi syahadat.

Tetapi orang yang pamrih mengejar surge sebagai orinentasinya. Sehingga tanpa terasa ia  meninggikan egonya dan mengesampingkan Allah, SWT sebagai fokus ibadanhya.

Imajinasi kebahagian bukan saat dekat dengan Allah, melainkan berada dalam surge. Yang demikan justru tidak akan menghantarkan ke surga , karena surga hanya disediakan bagi orang2 yang mengarahkan seluruh kecintaan hanya kepada Allah. Allahuma antasalam, waminka salam.

Terpaksa ihlas kareana takut masuk neraka dan tidak memperoleh surga

Betapa sayangnya, di dunia kita tersiksa karena terpaksa mengihlaskan ibadahnya, sedangkan di akhirat juga tidak memperoleh buah perbuatannya..

(SALAH KAPRAH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: