MUSRENBANG (DARI,OLEH, DAN UNTUK MASYARAKAT)

Tak terbilang dekade Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi media pemerintah untuk melibatkan partisipasi masyarakat. Pelibatan masyarakat dalam pembangunan sudah tentu mutlak adanya, disamping merangkul keikutsertaan masyarakat itu sendiri, partisipasi yang diberikan secara tidak langsung memberi peningkatan kapasitas program yang dijalankan, maupun bagi masyarakat itu sendiri

.Namun jauh panggang dari api, musrenbang nyatanya seringkali hanya menjadi “ritual” tahunan, atau sekadar penggugur kewajiban. Keterlibatan masyarakat masih sangat kurang dan terkadang didominasi wajah yang sama dari tahun ke tahun. Akibatnya, perencanaan program  tidak mendapat asupan gagasan variatif. Alih-alih program berjalan sukses, terkadang program malah dirongrong sendiri masyarakat

   Ada beberapa hal yang jadi keluhan masyarakat tentang pola musrenbang, seperti desa/kelurahan tidak memiliki kuasa untuk menentukan program mana yang ingin dikerjakan nantinya, dan banyaknya usulan sekadar memenuhi list program yang diajukan, tanpa ada jaminan berapa jumlah program yang terakomodasi.

   Data menunjukkan, dari semua usulan masyarakat setiap tahunnya, program yang terserap dalam perencanaan dan penganggaran hanya sepersekian persen. Padahal, masyarakat yang awalnya antusias ikut dalam proses musrembang menyangka sebagian besar programnya akan direalisasikan. Kekecewaan ini berimplikasi pada menurunnya tingkat kehadiran dalam proses tahun berikutnya. Lebih  parah lagi keaktifan masyarakat pada kegiatan pembangunann lainnya semakin menurun

.

Tidak terjaringnya program-program yang diajukan juga terjadi karena beberapa faktor, seperti kesalahan postur anggaran, program yang bertentangan dengan norma hukum, atau tren dan prioritas pembangunan daerah tidak sesuai dengan program, dan beberapa faktor lainnya

. Merangkum semua masalah di atas dalam sebuah kerangka program yang holistik dan multisektor, didesainlah sebuah program perencanaan dan penganggaran yang lebih partisipatif, adil dan merata. Desain program ini mengusahakan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat dalam musrenbang terserap dan terakomodisi. Model program ini memberi kepastian dan jaminan program dan penganggaran yang diajukan dapat terealisasi nantinya.

MURENBANG DUSUN/LINGKUNGAN

proses pelaksanaan Musrenbang merupakan proses partisipatif dimana berbagai keputusan diambil dalam suasana dialogis, akan tetapi  Musrenbang seringkali tak menghasilkan keputusan apa-apa sehingga masyarakat kecewa dan enggan mengikuti proses Musrenbang lagi. Proses pengambilan keputusan di dalam Musrenbang seringkali dilakukan secara cepat. Mengapa cepat? Karena waktu yang amat singkat dan terlalu banyak sesi seremonial sehingga proses musyawarah yang dilakukan terlalu singkat.

Ada pendapat orang bijak yang mengatakan bahwa proses yang baik harus dimulai dengan awal yang baik pula, pelaksanaan musrenbang dusun menjadi kunci dari seluruh pelaksanaan kegiatan musrenbang yang kita harapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi nya dan mengusulkan kegiatan pembangunan berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.

Identifikasi Potensi dan Masalah Desa/kelurahan serta Analisis Kesesuaian Usulan dengan Potensi Wilayah Desa berasal dari masing masing dusun atau lingkungan yang ada di wilayah tiap tiap kelurahan atau desa. Peran kepala dusun atau kepala lingkungan menjadi begitu vital karena melalui mereka, pelaksanaan kegiatan musrenbang dusun dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan. Akan tetapi seringkali, sebahagian besar diantara mereka menjadi tidak peduli akibat berbagai keterbatasan, hambatan serta tantangan paradigma musrenbang yang seringkali menjemukan.

Control yang ketat terhadap pelaksanaan kegiatan musrenbang di tingkat dusun, saat ini menjadi hal yang begitu mendesak karena upaya perbaikan harus dimulai dari memperbaiki pondasi yang selama ini begitu rapuh dan rentan akan proses yang sangat tradisional dan tidak terarah, sehingga pada saat pelaksanaan musrenbang desa akan terlihat usulan usulan yang seadanya dengan pertimbangan pertimbangan yang sangat dangkal.

MUSRENBANG DESA/KELURAHAN

Pelaksanaan Musrenbang Tahun 2013 diarahkan untuk menjadi wadah bagi partisipasi masyarakat miskin dan pemberdayaan perempuan, sehingga hasil proses perencanaan yang dilakukan dapat lebih berpihak kepada mereka. Meskipun selama ini pelaksanaan musrenbang diwarnai dengan suasana dialogis yang sangat kental akan tetapi kondisi tersebut belum bersahabat untuk mengakomodir bahkan memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin maupun kaum perempuan untuk menyampaikan uneg uneg, pendapat, saran atau keinginan mereka untuk memperbaiki keterperukan ekonomi yang mereka alami, musrenbang masih menjadi domain bagi para elit desa untuk menyampaikan proyek proyek yang sarat dengan kepentingan.

Masalah selanjutnya adalah berkembangnya usulan masyarakat yang sangat tidak signifikan dengan masalah masalah faktual yang terjadi di tengah tengah mereka, sehingga yang terjadi adalah kecenderungan untuk mendahululukan usulan program kegiatan yang diinginkan untuk selanjutnya dibuatkan masalah yang cocok atau sedikit berkaitan. Hal tersebut banyak ditemui di desa/kelurahan yang tidak melaksanakan secara efektif musrenbang tingkat dusun/lingkungan. Bahkan di desa musrenbang percontohan sekalipun ada kelompok masyarakat yang mengklaim bahwa musrenbang dusun tidak berdasarkan kebutuhan masyarakat kemudian mengusulkan kegiatan baru untuk yang terindikasi akan diback up oleh kepentingan politik. Hal tersebut tentu akan melukai perasaan para pelaksana musrenbang tingkat dusun, sebab bagaimanapun kecilnya lembaga tersebut, harus ada penghormatan atas apa yang dilakukan.

MUSRENBANG KECAMATAN

Paradigma pembangunan yang sekarang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Artinya, pemerintah tidak lagi sebagai provider dan pelaksana, melainkan lebih berperan sebagai fasilitator dan katalisator dari dinamika pembangunan, sehingga dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan, masyarakat mempunyai hak untuk terlibat dan memberikan masukan dan mengabil keputusan, dalam rangka memenuhi hak-hak dasarnya, salah satunya melalui proses musrenbang. 

Musrenbang adalah forum publik perencanaan (program) yang diselenggarakan oleh lembaga publik yaitu pemerintah desa/kelurahan, kecamatan, pemerintah kota/kabupaten bekerjasama dengan warga dan para pemangku kepentingan. Penyelenggaraan musrenbang merupakan salah satu tugas pemerintah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Pembangunan tidak akan bergerak maju apabila salah satu saja dari tiga komponen tata pemerintahan (pemerintah, masyarakat, swasta) tidak berperan atau berfungsi. Karena itu, musrenbang juga merupakan forum pendidikan warga agar menjadi bagian aktif dari tata pemerintahan dan pembangunan.

Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Tahun 2013 mengalami kemajuan yang sangat pesat, diawali dari musrenbang kecamatan percontohan dengan pelaksanaan verifikasi lapangan mengadopsi proses di PNPM serta pelaksanaan perangkingan yang telah tersusun secara sistematis, mulai dari penjelasan renja SKPD, tanggapan delegasi desa/kelurahan masing-masing bidang dan terakhir, pemberian skor sampai penentuan rangking yang disepakati dengan memuaskan oleh seluruh delegasi desa/kelurahan.

Akan tetapi hal tersebut bukan berarti tanpa cela, karena ternyata masih ada kecamatan yang dengan sengaja merubah usulan desa, yang pada kenyataannya jumlah nya sangat terbatas ( lima usulan masing masing bidang). Dengan pertimbangan bahwa usulan tersebut tidak sesuai dengan bahasa-bahasa pogram di kabupaten atau pertimbangan pertimbangan kepentingan kelompok tertentu.

Selain itu muncul diskusi akan pentingnya Renja SKPD untuk diturunkan lebih awal untuk disosialisasikan kepada masyarakat sehingga terjadi kesesuaian perencanaan antara top down dan bottom up. Akan tetapi hal tersebut memunculkan kecurigaan bahwa usulan-usulan masyarakat akan cenderung terpaku kepada program/kegiatan SKPD sehingga usulan tersebut tidak lagi berdasarkan kebutuhan berdasarkan kondisi riil serta permasalahan faktual yang terjadi di tengah tengah masyarakat.

FORUM SKPD

Sebagai wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD sebagai perwujudan dari pendekatan partisipastif perencanaan pembangunan daerah, Forum SKPD tahun 2013 telah menjadi ukuran yang sangat positif untuk plaksanaan tahun-tahun selanjutnya.

Tujuan pelaksanaan Forum SKPD sendiri yaitu untuk Menyelaraskan program dan kegiatan SKPD dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang di kecamatan; Mempertajam indikator serta target program dan kegiatan SKPD sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD; Menyelaraskan program dan kegiatan antar SKPD  dengan SKPD lainnya dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan untuk sinergi pelaksanaan prioritas pembangunan daerah; dan terakhir Menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD .

Salah satu point penting dari pelaksanaan Forum SKPD adalah penyempurnaan rancangan rencana kerja (renja) SKPD, dan tentunya hal tersebut menjadi sorotan dari para delegasi kecamatan yang seringkali merasa kecewa dengan penjelasan kepala SKPD yang cenderung tidak menguasai tugas pokoknya, target dalam RPJMD tahunan dan 5 tahunan atau bahkan diwakili sehingga penjelasan yang bersifat kebijakan kebijakan yang mendasar tidak dapat diputusakan pada saat Forum SKPD.

 

MUSRENBANG KABUPATEN.

Alhamdulillah, pada puncaknya pelaksanaan Musrenbang Kabupaten yang berlangsung pada hari rabu tanggal 27 maret 2013 berjalan tertib dan lancar, meskipun masih jauh dari kesempurnaan para delegasi kecamatan hanya mempertanyakan kekeliruan teknis yang dapat segera diperbaiki. Kemudian pertanyaan, saran serta kritik yang diajukan juga sangat kondusif dalam membangun tugas pokok serta pelaksanaan musrenbang kedepannya, terutama dari NGO atau LSM yang masih mempertanyakan peran pemberdayaan anak dan perempuan dalam pelaksanaan kegiatan SKPD.

Kesinambungan Program Pembangunan dari Tahun ke Tahun serta Keselarasan Proses Musrenbang dengan penganggaran yang dikelola sebagaimana diamanatkan dalam dasar hukum Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki kelemahan yang selama ini terjadi, sehingga harus ditetapkan Program Prioritas yang berorientasi pada Pemenuhan Hak-hak dasar masyarakat, serta mampu memastikan tercapainya keadilan bagi seluruh masyarakat.

Prinsip kesetaraan, musyawarah, anti dominasi dan diskriminasi, keberpihakan dan pembangunan holistik diharapkan dapat menjadi rujukan agar Rencana Pembangunan tidak tersekat-sekat pada wilayah Desa/Kelurahan/Kecamatan, akan tetapi melihat permasalahan pembangunan secara utuh dan menyeluruh.

Diharapkan bahwa dengan pelaksanaan Musrenbang selanjutnya akan tercipta Pemberdayaan Masyarakat melalui berbagai bentuk partisipasi khususnya dalam mengemukakan usulan dan berperan dalam pengambilan keputusan, sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan Musrenbang secara hakiki  dapat tercapai.

IKHLAS VERSUS PAMRIH

Salah satu Ahlak tertinggi dalam agama islam adalah ikhlas, lawannya pamrih. Kenapa islam mengajarkan keihlasan karena allah menghendaki umat islam menjalani agamanya berdasarkan lillahi taala, karena allah semata

Bersyahadat, sholat, puasa, zakat karena laah dan haji pun karena Allah. Demikian pula ketika menolong orang, menuntut ilmu, bekerja, menjadi pejabat dan apapun aktivitasnya, semua dijadikan sebagai proses belajar ihlas dalam mengagungkan Allah semata.

  1. Orang yang ikhlas meniatkan sholatnya karena Allah semata. Sedangkan orang yang pamrih, meniatkan sholatnya untuk mengejar pahala 1x, 27x, 1000x dan 100.000x. ada juga yang melakukan sholat dhuha karena ingin memperbanyak rejeki atau sholat tahajjud agar punya karomah dsb
  2. Orang yang ikhlas, menjalankan puasanya karena taat kepada Allah semata. Karena dengan puasa itu ia akan menjadi jiwa yang lebih suci, sehingga lebih mudah mendekatkan diri kepada nya. Sedangkan pamrih melakukan puasa karena tujuan tujuan lain, agar lulus ujian, agar dapat jodoh, agar langsing, agar sehat.padahal semuanya hanya dampak. Kalo semuanya karena allah puasa kita akan berdampak positif akan datang dengan sendirinya.
  3. Sedekah karena ingin menolong orang lain, meniru sifat Allah yang Maha Pemurah. Orang yang pamrih bersedekah karena ingin dipuji, untuk memunculkan rasa bangga atau berharap balasan pahala sampai 700 kali dari nominal yang dikeluarakan, seperti berdagang dengan allah.
  4. Orang yang ihlas berhaji karena ingin memperoleh pelajaran berkorban, sabar, ihlas dan taat. Sedang yang pamrih ingin berwisata meskipun ada embel embel ruhani.bahkan saat haji banyak yang meniatkan haji sekedar  pada titel” haji” atau penampilan berkopiah haji.
  5. Orang ihlas mengorientasikan seluruh ibadahnya untuk mencintai Allah. Dan merendahkan ego serendah-rendahnya sebagai manifestasi syahadat.

Tetapi orang yang pamrih mengejar surge sebagai orinentasinya. Sehingga tanpa terasa ia  meninggikan egonya dan mengesampingkan Allah, SWT sebagai fokus ibadanhya.

Imajinasi kebahagian bukan saat dekat dengan Allah, melainkan berada dalam surge. Yang demikan justru tidak akan menghantarkan ke surga , karena surga hanya disediakan bagi orang2 yang mengarahkan seluruh kecintaan hanya kepada Allah. Allahuma antasalam, waminka salam.

Terpaksa ihlas kareana takut masuk neraka dan tidak memperoleh surga

Betapa sayangnya, di dunia kita tersiksa karena terpaksa mengihlaskan ibadahnya, sedangkan di akhirat juga tidak memperoleh buah perbuatannya..

(SALAH KAPRAH)

BELAJAT TOEFL ON LINE

<a href=" ” title=”BELAJAT TOEFL ON LINE”>BELAJAT TOEFL ON LINE

REPUBLIK PARA BEDEBAH

Inilah Republik Kebohongan
Yang dibangun dari puing kepura-puraan
Menjadi surga bagi para penjarah
Karena penguasanya juga bedebah

Tahukah kamu ciri-ciri para bedebah?

Itulah mereka
Yang kalau berkata isinya dusta
Kalau berikar mereka ingkar
Kalau diberi amanat mereka khianat

Di Republik Kebohongan
Hukum hanyalah alat kekuasaan
Bagi mereka penjara hanya kata basi
Tak ada tembok apalagi terali besi

Maka bila bedebah rendah jatuh sial
Tak akan sungguh-sungguh masuk sel
Masih sanggup menjangkau semua pulau
Atau nebar daya pukau dan tetap disebut: beliau

Para bedebah akan tetap gagah dan menjarah
Karena orang baik hanya bisa berbisik-bisik
Sedangkan para imam hanya bisa menggumam
Sambil berharap Tuhan segera turun tangan

Padahal Tuhan sudah berfirman:
Tak akan mengubah nasib suatu bangsa
Kecuali rakyatnya bergerak berarak-arak
Meruntuhkan istana kebohongan..!!

“Republik Kebohongan-Adhie M Massardi”

See No Evil: The Story of the Moors Murders (2008) and Longford (2007)

Blogging for a Good Book

Between the years 1963-65, Ian Brady and his girlfriend Myra Hindley kidnapped, tortured and murdered five children, burying their remains on the Saddleworth Moor near the Manchester area of England. Known in the UK as the Moors Murders, these sadistic crimes and their aftermath are brought vividly to life in the BBC mini-series, See No Evil: The Story of the Moors Murders, and in the HBO movie, Longford.

Part police procedural and part family drama, See No Evil is unusual for a crime tale in that it doesn’t actually show the crimes. In fact, it doesn’t dwell on the murders much at all, except for a couple of brief but horrific flashbacks. Rather it focuses on the savage pair’s everyday activities and family relations. It emphasizes the tragic effect the killings had on the victims’ loved ones and, in particular, on Myra’s sister, Maureen (Joanne Froggatt, who played Anna on

Lihat pos aslinya 382 kata lagi

SELAMAT DATANG BLOG BARU KU

ada perasaan bergetar ketika untuk pertama kalinya saya menulis (setelah sekian lama vacum) dalam sebuah blog yang tentunya disertai dengan harapan, ketakutan atau bahkan impian impian besar yang menyertai kehadiran blog ini beriringan dengan tumbuhnya pribadi saya hingga menjelang kesempurnaan di haribaan Allah, SWT.

Harapan tentunya menjadi sebuah cita cita ketika ada ciptaan kreasi yang menuntut kita untuk selalu memperbaiki diri, bukan sekadar puas dengan apa yang kita miliki, saya sadar bahwa seseorang harus memulai dari nol untuk dapat membuktikan dirinya bisa merangkak ke angka 1, 2 dan seterusnya. Harapan saya tentunya bahwa kelahiran baby blog ini akan membuat saya terus mengasah diri, mengembangkan kemampuan menuliskan pikiran saya dalam sebuah rangakaian kata, kalimat yang dapat dinikmati orang atau tidak sama sekali.

Ketakutan terbesar saya bahwa blog ini ternyata membuat lebih banyak kemudharatan dibanding memberikan manfaat bagi sesama umat manusia, akan menumbuhkan bibit bibit kebencian serta rambu rambu kemanusiaan yang seharusnya terus kita pertahankan ketimbang memilih jalan menghancurkannya tanpa kita sadari. maaf kan saya blog kalo kelak kemudian aku akan menghancurkan mu atau bahkan membunuh mu pelan pelan.

Harapan besar yang selalu saya gantungkan sejak kecil bahwa seberapa besar saya dapat berguna kepada orang lain di seluruh sisa umur saya sebelum menghadap kepada SANG PENCIPTA…ALLAHU AKBAR..Semoga blog ini semakin membuka pintu pintu rahmat atau bahkan Rezeki bagi saya dan terus menumbuhkan semangat ibadah bahwa kelak semua yang telah kita lakukan akan kita pertanggung jawabkan. Seluruhnya…Lisan, Perbuatan atau Kalimat yang pernah kita goreskan, Harapan yang kembali menumbuhkan ketakutan.

Insya Allah, Transformasi ide antara seluruh umat manusia dan bukan hanya saya semata menjadi pintu bagi keberadaaan BLOG ini dalam perjalanannya kelak. Dan maafkan saya apabila dalam perjalanan nya atau bahkan di awal kemunculannya malah sudah jauh dari kesempurnaan. Terima kasih Tuhan dan dengan menyebut Nama Mu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Blog Ini telah lahir untuk mengisi belantara Kalimat dan pencarian makna yang tidak berujung…aaaammmmiiinnn

IMAN, ILMU DAN AMAL

Fenomena ini banyak mengelirukan segolongan kita yang kadang kala terperangkap dalam himpitan kalam-kalam yang cuba membawa suatu motif tertentu. Iman, Ilmu, Amal. Sebuah trilogi yang tidak dapat di pisahkan. Saling terkait. Iman tanpa ilmu, sesat. Ilmu tanpa Amal, sesat. Amal tanpa ilmu, taklid.

Secara susunan nya kadang kala ia terlalu dipertikai akan kepentiangan untuk menyusun nya. Ada menyatakan ilmu itu dahulu dari iman , dan ada menyatakan iman dahulu dari amal. Apapun yang pasti ketiga ini berkait antara satu sama lain.

ILMU
Ilmu sesuatu yang sering diutamakan. Tidak dipelihara dengan baik. Kadang ilmu hanya dijadikan sesuatu yang nisbi. Ada tapi tidak ada atau Tidak ada tetapi ada? Tetapi yang pasti adalh ilmu itu satu kewajipan yang tidak bole di pertikai kerana terdapat bukti dan dalil yang pasti semua mengetahuinya.

Akhir-akhir ini satu fenomena yang ditemui, yang membuat kita ketahui bahawa kadang-kadang seseorang tidak faham dengan ilmu yang dipelajarinya. Untuk apa ilmu itu digunakan? Akan bagaimana bila mengamalkan ilmu itu? Fenomena klasik, tapi tetap membuat kita tidak habis ber fikir.

Belajar, mencari ilmu kadang di jadikan formula belaka. Kerana maruah, harga diri, atau bahkan desakan dari pihak orang lain, orang tua, suami, isteri, desakan majikan ,dan lain-lain lagi. Pada akhirnya ilmu tidak meresapi dalam diri. Tidak meninggalkan bekas. Bahkan mungkin, tidak menjadikan diri lebih baik.

IMAN
Iman pula melahirkan penyaksian mata hati (musyahadah) terhadap ketuhanan Allah s.w.t pada setiap pandangan kepada segala perkara. Allah s.w.t berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan Rasul-Nya…” (Ayat 136 : Surah an-Nisaa’)

Sabda rasulullah :

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Ayat di atas ditujukan kepada orang yang sudah beriman. Mereka sudah pun beriman tetapi masih digesa supaya beriman. Iman pada tahap permulaan berdasarkan dalil-dalil dan pembuktian. Kemudian mereka diajak pula kepada iman dengan penyaksian mata hati, menyaksikan Rububiyah yang tidak pernah berpisah daripada ubudiyah. Tanpa penyaksian terhadap Rububiyah segala amal tidak berguna kerana orang yang beramal menisbahkan amal itu kepada dirinya sendiri, sedangkan tiada yang melakukan sesuatu melainkan dengan izin Allah s.w.t, dengan Kudrat dan Iradat-Nya, dengan Haula dan Kuwwata-Nya. Himpunan amal sebesar gunung tidak dapat menandingi iman yang sebesar zarah. Orang yang beriman dan menyaksikan Rububiyah pada segala perkara dan semua amal itulah orang yang memperolehi nikmat yang sempurna lahir dan batin, kerana hubungannya dengan Allah s.w.t tidak pernah putus. Orang inilah yang berasa puas dengan berbuat taat kepada Allah s.w.t dan berasa cukup dengan-Nya, kerana tiada Tuhan melainkan Allah s.w.t dan tidak berlaku sesuatu perkara melainkan menurut ketentuan-Nya. Apa lagi yang patut dibuat oleh seorang hamba melainkan taat kepada-Nya dan menerima keputusan-Nya.

Kesimpulannya iman merupakan penentu sah sesuatu amalan seorang hamb a yang mengaku iman kepadaNYA

AMAL
Amal merupakan satu aplikasi yang hasil dari gabungan ilmu dan iman kerana kebenaran iman dapat di lihat amal soleh seseorng .Allah bersumpah demi sesungguhnya manusia itu rugi andai beriman tanpa amal.

Allah SWT berfirman,  

“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Surah Al-Asr : 1-3).

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Berdasarkan bukti dan dalil di atas tidak sempurna iman dan ilmu seseorng itu melainkan dengan disulami dengan amal yang terhasil kefahaman dari ilmu ,dan penyatuan yang hadir hasil penyaksian bahawa ianya benar dan hasilnya , anggota badan itu yang bergerak demi merealisasikan ilmu dan iman dengan amal nya .

HUBUNGAN ILMU ,IMAN dan AMAL .
Tentang hubungan antara iman dan amal, demikian sabdanya,

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

kemudian dijelaskannya pula bahwa,

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. [HR. Ibnu Majah dari Anas, HR. Al Baihaqi]

Selanjutnya, suatu ketika seorang sahabatnya, Imran, berkata bahwasanya ia pernah bertanya,

“Wahai Rasulullah, amalan-amalan apakah yang seharusnya dilakukan orang-orang?”. Beliau Saw. menjawab: “Masing-masing dimudahkan kepada suatu yang diciptakan untuknya”…. [HR. Bukhari]

“Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”…. [HR. Abu Na’im]

”Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu lisan, itulah hujjah Allah Ta’ala atas makhlukNya, dan ilmu yang di dalam qalb, itulah ilmu yang bermanfaat.” …. [HR. At Tirmidzi]

”Seseorang itu tidak menjadi ‘alim (ber-ilmu) sehingga ia mengamalkan ilmunya.” …. [HR. Ibnu Hibban]

Sekali peristiwa datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan:

”Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah Saw.: “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang Nabi maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw.: ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah”  [HR. Ibnu Abdil Birr dari Anas]

Kejahilan adalah kebodohan yang terjadi karena ketiadaan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kualiti amal setiap orang menjadi sangat berkaitan dengan keimanan dan ilmu pengetahuan karena,

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka kerana keimanannya.”(QS.[10]:9).

Ilmu pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala adalah penyambung antara keimanannya dengan amalan-amalan manusia di muka bumi ini. Sebagaimana kaedah pengaliran iman yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. bahwasanya iman adalah sebuah tashdiq bi-l-qalbi yang di ikrarkan bi-l-lisan dan di amalkan bil arkan …Dengan itu di simpulkan bahawa kita jangan memisah ketiga komponen yang telah kita perhatikan tadi , kerana pemisahan setiap komponen menjadikan islam itu janggal dan susah dan sukar.

Sumber :  http://panglimakahfi.blogspot.com/2008/12/ilmu-iman-amal.html

Antara Iman, Ilmu, dan Amal

KH. Muhammad Idris Jauhari
Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan Sumenep

Kita harus yakin dan menguasai hal-hal yang berkenaan dengan Islam, pada saat yang sama, kewajiban kita adalah mengamalkan apa yang menjadi ajaran Islam itu. Proses pengamalan inilah yang dinilai oleh Allah swt.

Allah menilai amal seseorang sesuai dengan petunjuk-petunjuk-Nya. Bagi Allah, amal yang memiliki nilai tinggi di hadapan-Nya adalah amal yang dilakukan dengan iklas. Ikhlas artinya bersumber dari satu keyakinan dan berdasarkan ilmu yang benar, sehingga lahirlah perbuatan yang terbaik.

Jadi, amal yang ikhlas itu merupakan amal perbuatan yang berangkat dari keyakinan semata-mata karena Allah, bukan karena niat-niat lain yang ada di balik itu. Ciri dari sebuah perbuatan atau amal yang ikhlas adalah apabila ia dilakukan dengan cara yang terbaik (the best). Manusia yang berangkat dari niat yang benar, ikhlas kepada Allah kemudian dia mengetahui ilmu yang berhubungan dengan perbuatannya itu, pasti dia akan melakukan yang terbaik di dalam hidupnya.
Orang yang beramal atau bekerja seenaknya, berbuat ala kadarnya, melakukan sesuatu karena ingin dipuji orang bukan karena Allah, biasanya selalu melakukan perbuatannya itu tanpa dilandasi keyakinan dan kepercayaan yang utuh.

Demikian juga, ketika seseorang beramal atau berbuat sesuatu tanpa atas dasar ilmu yang benar, tidak didasarkan kepada teori-teori atau syariat-syariat yang telah ditetapkan, tanpa memenuhi syarat dan rukun dari pekerjaan itu. Pasti pekerjaannya itu tidak menghasilkan sesuatu yang terbaik. Mana mungkin seseorang bisa berbuat atau beramal baik, kalau dia tidak tahu ilmunya, pasti perbuatannya itu akan penuh dengan kesalahan-kesalahan.

Karena itu dalam melakukan apa saja, terutama yang berhubungan dengan agama Islam, baik dalam hubungan kita dengan Allah atau dengan sesama manusia serta alam ini. Maka kita harus berangkat dari sebuah keyakinan terlebih dahulu, keikhlasan dan ketulusan semata-mata karena Allah, tetapi pada saat yang sama kita melakukannya atas dasar ilmu yang telah kita miliki itu. Inilah makna dari amal yang ikhlas, maka ketika Allah menegaskan bahwa kita ini diberi hidup dan mati untuk menguji kita siapa di antara kita yang paling baik amal perbuatannya, amal ibadahnya.

Allah berfirman, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ’amala”. Kita harus artikan bahwa perbuatan yang paling baik itu adalah perbuatan yang berangkat dari niat yang ikhlas dan berdasarkan ilmu yang benar. Niat yang ikhlas saja tanpa ilmu pasti menimbulkan kesalahan-kesalahan, ilmu saja tanpa niat yang ikhlas pasti akan menyimpang dari nilai-nilai kebenaran. Karenanya, mengamalkan apa saja yang menjadi ajaran Islam yang kita yakini itu, harus berangkat dari kepercayaan dan keikhlasan yang ada di dalam hati kita, kemudian dilaksanakan berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada di otak kita.
Ada tiga unsur utama yang harus ada di dalam sikap kita terhadap agama, yaitu iman, ilmu, dan amal. Maka, akan tidak ada artinya keyakinan kalau tidak ada amal perbuatan, tidak ada artinya ilmu yang kita punya kalau tidak melahirkan amal-amal sholeh dalam kehidupan kita, bahkan naudzubillah ilmu yang tidak bermanfaat. Justru akan menjadi bumerang yang menghancurkan diri kita dan orang-orang lain di sekitar kita.

Lalu, bagaimana kita menggabungkan tiga hal tersebut? Apakah kita harus percaya dulu, kemudian belajar lalu beramal? Bukanlah itu cara yang harus kita tempuh, melainkan antara keyakinan, ilmu pengetahuan dan amal perbuatan haruslah diupayakan secara bersamaan, karena ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Ketiga prinsip dasar itu harus senantiasa kita asah, kita perbaiki setiap saat, agar kita dalam melakukan sesuatu, benar-benar berangkat dari keyakinan dan berdasarkan ilmu pengetahuan. Dari keyakinan kita melahirkan dorongan untuk selalu belajar-belajar dan berbuat sesuatu dengan ilmu yang kita punya itu.

Inilah tiga hal yang harus senantiasa dijadikan prinsip dalam hidup kita, yaitu antara iman, ilmu dan amal, antara keikhlasan dalam hati, kecerdasan dalam otak dan ketulusan di dalam beramal.

Sumber : http://dinrip.wordpress.com/antara-iman-ilmu-dan-amal/

Wallahu a’lam bish-shawabi…
Semoga bermanfaat
Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat…

Lampirkan sumbernya ya… Syukron (http://meyheriadi.blogspot.com )